Pendakian Api Biru Di Timur Pulau Jawa

CERITA PERMATAKU (LILIS DHYARTI)

Fri, 09/10/2020 21:03 , Admin Open Trip
Share
CERITA PERMATAKU (LILIS DHYARTI)

Travelling adalah mimpi yang tak pernah terbayang untuk menjadi nyata dalam kamus hidup saya. 5 tahun lalu tak pernah terpikir bisa punya uang banyak untuk travelling jauh. Terlebih biaya tiket perjalanan, hotel, makan, oleh-oleh dan akomodasi lainnya yang tidak murah. Tapi tidak sekarang. Trend kekinian dan instagram feed memberikan warna kaum urban, menjadikan travelling sebagai gaya hidup. Bagi saya, travelling adalah selfhealing, a nurturing process of mind and soul, a way of finding balance in life. Ada kesenangan tersendiri yang didapat saat travelling, bukan sekedar nambahin foto-foto baru di instagram feed tapi juga merasakan kebebasan dan sejenak melupakan kerjaan atau pertanyaan-pertanyan kehidupan yang hanya Tuhan tahu jawabannya (kapan nikah, kerja dimana, kerja apa, kerja kok gitu-gitu aja, kok masih jomblo, insert hashtag #bukanurusanloe eye rolling). Okay, long story short, belakangan saya jadi suka travelling. Bahkan tiga tahun ini buat travelling wishlist of the year. Ada teman berangkat, gak ada teman pun jalan sendiri jadi. Jalan sendiri iyaap! Salah satu pilihan aman bagi seorang cewek yang mau travelling sendiri dan gak khawatir bakal nyasar atau keabisan ongkos di jalan, yaa dengan ikut open trip. Awalnya iseng coba-coba ikut open trip ini itu beberapa kali sama teman-teman. Sampai akhirnya nemu open trip yang memang sudah credible and trusted. Dan pilihan itu adalah, (drum rolls, jeng jeng jeng….toeng, toeng, wakwak…) MyPermata Wisata. Saya dan teman, sebut saja namanya Cici (bukan mawar yang disamarkan loh ya), kami memang ingin ke Ijen. Lalu browsing cari open trip yang affordable dan terpercaya, dan MyPermata Wisata pilihannya. Open Trip ke Ijen Banyuwangi ini adalah satu dari tiga open trip yang sudah saya ikuti bersama MyPermata Wisata. Ada dua pilihan layanan trip di MyPermata Wisata, Open Trip atau Private Trip. Open trip memberikan advantages diantaranya biaya lebih murah dengan banyaknya peserta, kamu juga bisa dapat kenalan baru saat travelling dan biasanya mereka akan ajak ngtrip bareng lagi di hari kemudian. (curhatan pribadi dapet temen baik saat trip dan sampai sekarang suka jalan bareng). Open trip juga memberikan keluasaan kamu kaum pekerja untuk ngtrip di saat weekend. Tapi kalau kamu gak bisa ngtrip saat weekend dan hanya bisa hari-hari tertentu atau weekdays, kamu bisa pilih private trip bersama teman, keluarga, atau family gathering di kantor yang bisa lebih akrab satu sama lainnya. Tentu dengan biaya yang berbeda. So, pick your choice. Untuk bergabung di open trip Kawah Ijen Baluran & Jogjakarta 17-21 April 2019 edisi pemilu ini cukup mudah. Tinggal pilih destinasinya lalu baca dengan teliti detail dan terms nya, pastikan juga baca exclude nya jadi kamu bisa prediksi berapa banyak biaya tambahan yang harus dianggarkan, serta jumlah peserta (ini wajib, karna kalau kuota sudah habis yaa mana bisa daftar open tripnya). Terakhir, langsung saja klik “Book Now” kalau sudah yakin. Pada step booking kamu akan mengisi data peserta dan additional info (kalau punya penyakit atau mau request family room supaya bisa dibantu sama team MyPermata Wisata). Proses bayarnya pun bisa down payment alias nyicil atau full payment. Perjalanan di mulai pada pukul 21.30 di meeting point. Bus yang membawa trip adalah bus pariwisata AC warna orange dengan seat 2-2. Perjalanan ditempuh lewat jalur selatan menuju Jogja sampai keesokan harinya sekitar pukul 10 pagi. Bus parkir di parkiran dekat stasiun tugu arah Malioboro. Dari sana kita bisa jalan kaki, naik becak atau sewa motor karena aksesnya mudah kemana-mana. Berhubung di jogja Cuma singgah sebentar, saya dan teman memutuskan untuk jalan kaki cari sarapan dan mandi. Disini TL menginformasikan acara bebas (exclude) sampai kira-kira pukul 10 malam. Oiya TL nya Agus waktu ke Ijen. Pilihan akhirnya diputuskan untuk jalan kaki ke alun alun, mengunjungi taman sari sambil minum es dawet di bawah pohon beringin. Dan ternyata jalan kaki jauh juga, itung-itung ngelemesin kaki dan pengen nyobain jalan kaki macam bule-bule itu haha. Menjelang siang, kami naik trans jogja ke candi ratu boko. Perjalanan menuju Ratu Boko harus menaiki beberapa anak tangga dan akhirnya rasa penasaran melihat sunset pun terbayarkan, meskipun agak sulit mencari spot foto karena kondisi sedang ramai pengunjung. Menjelang maghrib kami kembali ke Malioboro untuk makan malam dan perisapan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Pukul 10 malam, bus dan rombongan berangkat menuju Banyuwangi hingga tiba di homestay sekitar pukul 1 siang. Sedikit cerita selama perjalanan yang jalurnya belok-belok dimanjakan oleh pemandangan alam, sebelah kanan hutan sebelah kiri lautan. Pokoknya perjalanan darat ke Banyuwangi seru lah. Apalagi bus drivernya keren banget sampe pules hening semua selama perjalanan. Sampai di homestay, bersih-bersih, makan, istirahat atau acara bebas sampai pukul 10 malam lalu persiapan trekking menuju Kawah Ijen. Disini saya, dan teman-teman satu kamar yang baru berkenalan pada waktu itu memutuskan untuk ke pantai. Sudah jauh-jauh sampai sini sayang kalau gak explore daerah sekitar Banyuwangi. Akhirnya kami sewa mobil sore itu untuk ke pantai Pulo Merah atau biasa dikenal dengan Red Beach Island. (yang ini exclude yaa, karena acara bebas). Pantai Pulo Merah ini punya sunset berwarna merah kekuningan yang keindahannya bikin takjub mata. Ditambah ombak yang tinggi dan pulau disebrang lautan yang konon pasirnya berwarna merah. Karena kita kesana sudah pasang jadi tidak bisa menyebrang ke tengah pulau nya. Pantai Pulo Merah ini juga terkenal di kalangan surfer dunia. Pada saat kesana ditemui turis asing yang sedang berselancar. Lanjut yaaa. Pesiapan pendakian ke kawah ijen berawal dari Paltuding. Dari homestay kita naik elf menuju Paltuding. Perjalanan menanjak kira-kira 2 jam, jadi sebaiknya tidur di mobil. Sampai di Paltuding kita bersiap-siap untuk menanjak. Disini rombongan dibagi beberapa kelompok dengan ditemani oleh tour guide lokal ijen. Perjalanan penuh tantangan, emosi jiwa dan bangga bermula dari sini. Kenapa??? Saya mau kasih tips dulu, sebelum ke Ijen sangat disarankan untuk olahraga jalan kaki atau jogging, persiapan supaya kaki dan paha kuat untuk jalan dan menopang badan saat menanjak. Perjalanan 30 menit pertama jalur landai berpasir kemudian lama-lama jalurnya naik hingga kemiringan 60?. Disini pernapasan dan kekuatan kaki kamu bakal diuji. Buat saya, disinilah letak tantangannya. Selama perjalanan, kamu akan berpapasan dengan bapak-bapak penarik ojek gunung. Bisa dibayangkan bawa badan sendiri saja sudah susah, nah mereka angkut wisatawan dari bawah ke puncak Ijen. Sesekali perjalanan berhenti sambil kasih jalan buat si bapak-bapak. Disini juga saya merasa tertampar. Bapak-bapak yang sebagian usianya sudah gak muda itu dulunya penambang belerang, sekarang beralih ke ojek gunung. Satu ojek gunung bisa ditarik oleh dua orang (yang satu di depan, satu lagi menopang beban di belakang). Saya yang kerja enak masih suka mengeluh, tapi mereka tiap hari melakukan hal itu demi keluarga. Dari mereka saya belajar bersyukur. Pendaian ke kawah Ijen ditempuh kurang lebih 2,5 jam. Sampai di atas, teman saya memutuskan untuk turun ke bawah melihat blue fire. Sementara saya lebih memilih untuk duduk di sekitar bibir kawah sambil menunggu sunrise karena kondisi badan yang mulai oleng kurang tidur. Ketika sudah diatas kawah, wajib buat kamu pakai masker. Belerang akan lebih pekat mejelang matahari terbit. Jadi kalau gak kuat sama baunya, lebih baik menjauh dari bibir kawah. Dipendakian ijen saat rombongans kesana, ada incident kecelakaan tour guide terperosok saat membawa wisatawan melihat blue fire ke bawah, dan menyebabkan pemandu tersebut meninggal dunia. Dari kejadian itu, sebagai wisatawan perlu lebih hati-hati, jika memang kondisi tidak memungkinkan atau berbahaya tidak perlu memaksakan untuk terlalu mendekat. Kalau saat mendaki kondisi jalan gelap, sebaliknya ketika akan turun wisatawan dimanjakan pemandangan gunung Meranti yang diselimuti awan dan kabut, serta lereng ijen yang hijau. Disini jadi tempat poto dengan background terbagus, karenanya banyak pendaki yang berhenti sejenak untuk menikmati keindahan dan mengabadikan momen, temasuk saya dan teman. Setelah sampai di parkiran, sambil menunggu yang lain turun, kamu bisa jajan atau sarapan. Banyak pedagang makanan yang menjajakan dagangnya. Dengan membeli dagangan mereka, secara tak langsung kamu telah membantu perekonomian warga di sekitar tempat wisata. Pukul 10 pagi rombongan kembali ke elf utuk kembali ke homestay dan check out lalu menuju destinasi berikutnya yaitu pantai Bama dan Taman Nasional Baluran. Perjalanan ke Taman Nasional Baluran ditempuh kira-kira satu jam masih dengan elf. Jalurnya kecil, rindang, dan dipenuhi vegetasi khas savana. Taman Nasional Baluran disebut juga Afrika nya Indonesia ini, dapat dijumpai beberapa binatang diantaranya monyet, burung merak, kerbau hutan, dan rusa. Populasi monyet adalah bintang terbanyak di kawasan ini. Setelah cukup menikmati keindahan savana dan berpoto menjelang maghrib rombongan kembali ke bus untuk pulang ke Jakarta. Dan trip pun selesai. Over all, bus driver dan TL Agus cukup helpful. Ketepatan waktu saat menuju destinasi yang sesuai dengan itinerary juga penting bagi kenyamanan customer trip. Sekedar saran, untuk rumah makan dan rest area yang bekerja sama dengan MyPermata Wisata saat singgah selama perjalanan, juga perlu diperhatikan kebersihan dan kenyamanan toilet umumnya. Juga kalau bisa berhenti di rest area yang ada minimarket dan fast food restaurant. Kan ada kalanya mau jajan atau beli makanan junkfood juga. Hehehe. In the end, thankyou in advanced for MyPermata Wisata in providing affordable and good service travel agent in Indonesia. Open trip Ijen-Jogja, Green Canyon-Citumang Pangandaran, dan Bali di tahun 2019 lalu adalah trip saya bersama MyPermata Wisata. Senang, seru, bittersweet, dapet teman baru, capek tapi bahagia satu persatu travel wishlist saya tercapai. Selanjutnya open trip Lombok dan Nusa Penida sudah menanti setelah Covid19 ini usai. I can’t wait to write another travel experiences with MyPermata Wisata. Let’s Travelling, Let’s Go.

Share

KOMENTAR :