INFORMASI TRIP

Wisatawan Ke Bromo Kian Dibatasi, Hanya 30 Persen Mulai 28 Desember 2020

Sun, 21/03/2021 16:43 , Admin Open Trip
Share
Wisatawan Ke Bromo Kian Dibatasi, Hanya 30 Persen Mulai 28 Desember 2020

MerahPutih.com - Kawasan wisata alam Bromo - Tengger - Semeru mulai dibuka bertahap dan tetap memberlakukan batasan-batasan tertentu, mulai hari ini, Jumat (28/8). Pembukaan tersebut sebelumnya melalui proses diskusi virtual dengan pemerintah pusat hingga muncul rekomendasi dan kesepakatan empat kepala daerah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pasuruan serta Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, pembukaan kembali wisata di TNBTS untuk sementara berlaku di kawasan Gunung Bromo. Sedangkan untuk Gunung Semeru masih belum. "Wisata Gunung Bromo dibuka mulai hari ini. Pada prinsipnya reaktivasi kembali kawasan wisata alam Gunung Bromo ini berdasarkan rekomendasi empat kepala daerah dan Balai Besar TNBTS yang sepakat membuka kembali destinasi pariwisatanya dengan mempertimbangan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Jika salah satu tidak setuju, maka tidak bisa dilaksanakan. Oleh karena itu, tanggung jawab menjaga kapasitas wisatawan serta protokol kesehatan harus dimonitor oleh semua pihak baik empat pemkab maupun TNBTS," ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Jumat (28/08). Reaktivitasi wisata Gunung Bromo kali ini menerapkan sistem kuota pengunjung. Pengawasan kuota wisatawan dilakukan melalui sistem pembelian tiket wisata secara online. Transaksi tiket online bisa diperoleh di situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Wisatawan yang sudah melakukan booking online dan memperoleh tiket tersebut baru bisa berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo. "Saya beberapa hari ini juga sudah berkoordinasi dengan tokoh tetua Suku Tengger bahwa akan ada check poin di titik-titik masuk kawasan Gunung Bromo. Misalnya di Ngadisari kalau via Probolinggo, dan akan ada tim yang mengecek wisatawan, misalnya akan menginap dimana, di home stay atau di hotel mana, lalu akan ada tim yang monitor agar semua terjaga dengan baik," tandas Khofifah. Tak hanya booking via online, wisatawan yang hendak menuju wisata alam TNBTS diberlakukan pembatasan usia, minimal 14 tahun dan maksimal 60 tahun. Wisatawan wajib menggunakan perangkat protokol kesehatan seperti masker, memakai sarung tangan, cek suhu badan, dan wajib jaga jarak. Pembatasan kuota wisatawan berlaku di setiap titik yang diizinkan untuk direaktivasi. Di antaranya Bukit Cinta hanya 28 orang per hari, Penanjakan hanya 178 orang per hari, Bukit Kedaluh hanya 86 orang per hari, Savana Teletubies hanya 347 orang per hari, dan Mentigen hanya 100 orang per hari. Sementara untuk kawah Bromo masih belum diperkenankan untuk dikunjungi. Hal ini merujuk rekomendasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) PGA Cemoro Lawang. Rekomendasi itu menyebutkan bahwa dilarang mengunjungi Kawah Bromo dengan batas radius aman 1 kilometer dari kawah Bromo. Untuk penerapan protokol kesehatan di kawasan Wisata Gunung Bromo, Gubernur Khofifah juga serahkan ribuan masker bagi pengelola wisata, masyarakat Suku Tengger, dan juga masyarakat pengelola wisata di kawasan Bromo. Selain itu, ada vitamin dan hand sanitizers. Setidaknya, Gubernur Khofifah menghimbau protokol kesehatan tetap ketat diberlakukan dalam reaktivasi kawasan wisata Bromo. "Kami pesan kalau misal jumlah masker di sana sudah mulai menipis maka segera kontak Satgas COVID-19 agar langsung kita kirimkan," jelas Khofifah. Melalui reaktivitasi bertahap ini, diharapkan sektor pariwisata khususnya Gunung Bromo ini akan menjadi salah satu pendorong perekonomian Provinsi Jawa Timur lebih maju. (Andika Eldon) SUMBER: MERAH PUTIIH

Share

KOMENTAR :