Informasi Terkini!

Tempat Wisata Pangandaran Kembali Dibuka Untuk Masyarakat, Ini Ketentuannya

Thu, 16/09/2021 08:27 , Admin Open Trip
Share
Tempat Wisata Pangandaran Kembali Dibuka Untuk Masyarakat, Ini Ketentuannya

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Tempat wisata di Kabupaten Pangandaran akan dibuka Jumat (3/9/2021) mendatang. Hal ini disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata usai sosialisasi kembali dibukanya destinasi wisata di Pangandaran, kepada para pelaku usaha wisata di kawasan Pantai Timur, Pangandaran, Rabu (1/9/2021). "Fix Jumat (dibuka)," kata Jeje. Dibukanya kembali destinasi wisata, kata Jeje, telah dikoordinasikan dengan berbagai pihak pada Kamis (26/8/2021). Menurutnya, Gubernur Jawa Barat sudah memberikan restu terkait hal ini. "Kita koordinasi dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) hari Senin (30/8/2021). Hari ini sosialisasi ke pelaku wisata di Kabupaten Pangandaran, khususnya di Kecamatan Pangandaran dan Kalipucang," jelas Jeje. Besok (2/9/2021), lanjut dia, pihaknya akan sosialisasi dengan pelaku wisata di Kecamatan Parigi, Cijulang dan Cimerak. Jeje pun meminta kesadaran para pelaku usaha wisata untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) 3M. Dia menegaskan pelaku usaha wisata wajib terapkan prokes ketat. "Mereka juga wajib divaksin, kalau tak divaksin enggak boleh jualan," tegas Jeje. Jeje menegaskan akan kembali menutup destinasi wisata bila ada pelaku usaha wisata yang tidak bermasker dan disiplin menerapkan prokes ketat. Lebih lanjut, Jeje menargetkan, Jumat saat destinasi dibuka, seluruh pelaku usaha wisata sudah selesai divaksin. Pihaknya, akan menyidak bila ada pelaku usaha wisata yang belum divaksin. "Jumat harus sudah selesai vaksin," ujarnya. Ditanya apakah wisatawan yang datang hanya yang sudah divaksin, Jeje mengatakan, wisatawan yang belum divaksin masih diperbolehkan berlibur di Pangandaran. Namun, kata dia, wisatawan tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki destinasi wisata. "Pertama (wisatawan harus) bermasker, kedua vaksin jadi perhatian kita. Kita akan periksa apakah sudah divaksin atau belum. (Yang belum divaksin) masih bisa, tapi akan kita periksa kondisi kesehatan pengunjung" jelas Jeje. Selain itu, saat dibuka nanti, jumlah wisatawan di satu destinasi wisata hanya diperbolehkan 25 persen pengunjung. Jeje menambahkan pihaknya sudah membuat manajemen pengorganisasian agar tidak terjadi lonjakan wisatawan nantinya saat tempat wisata dibuka. "Kita sudah bentuk tim rekayasa lalu lintas seperti apa, itu sudah semua," jelas Jeje. Sumber : Kompas.com

Share

KOMENTAR :